Tip Menulis Blog

Menulis di blog itu sama dengan menulis di email; Anda menjadi penulis sekaligus editor atau redakturnya. Anda yg menentukan topik, gaya tulisan dan sudut pandang apa yg hendak disoroti dalam suatu topik. Hal ini berbeda dg, misalnya, menulis untuk dikirim ke media massa cetak atau online di mana topik, gaya tulisan dan sudut pandang yg hendak dibahas serta dimuat tidaknya tulisan itu sangat tergantung pada "mood" redaktur atau kebijakan editorial sebuah media.

Dengan demikian, menulis di blog atau nge-blog itu mudah. Sangat mudah malah. Dalam arti tidak perlu merasa tegang dan stres karena takut tulisan tidak dimuat seperti halnya kalau kita menulis untuk mendia massa. Tulisan langsung dimuat. Sekali tulis dan klik "publish" langsung tulisan kita nongol di blog dan di berbagai mesin pencari (search engine) utama baik yg khusus blog seperti Technorati maupun umum seperti Google, Yahoo dan MSN.

Namun begitu, begitu tulisan kita dimuat di blog, ada "tim redaktur" yg akan menilai tulisan kita: para pembaca blog. Apabila tulisan kita baik, bahasanya enak, kandungan atau isi tulisan (blog content) mengandung ide baru, mereka akan datang dan datang lagi ke blog kita. Sebaliknya, kalau tulisan kita kurang menarik atau mengandung ide yg basi (basbang), pembaca yg datang akan ragu untuk kembali berkunjung.

Untuk menghindari hal tsb terjadi, berikut beberapa tip dasar menulis di blog, terutama bagi mereka yg nge-blog dengan tujuan menjadi blogger besar yg jadi rujukan dan menjadikan media blog sebagai landasan pacu (launching pad) untuk menjadi penulis besar di masa depan. Bagi mereka yg aktifitas nge-blog-nya hanya iseng, silahkan menulis apa saja yg Anda nikmati untuk dituangkan di blog.

1. Jangan pernah menyontek tulisan orang.

Menyontek adalah menyalin tulisan seorang penulis yg dimuat di sebuah media atau di sebuah blog tanpa menyertakan nama penulis dan/atau alamat link sumber tulisan. Dalam kasus yg lebih parah bahkan mengklaim tulisan itu sebagai tulisan sendiri.

Sikap seperti ini tidak hanya merugikan sang penulis asli, tapi juga merugikan diri Anda sendiri dalam jangka panjang. Kemampuan menulis Anda tidak akan pernah berkembang dan begitu orang tahu itu hasil contekan, pembaca akan kabur dari blog Anda. Ingat, bahkan orang "jahat"-pun tidak ingin berteman dengan yg sesama "jahat"-nya.

2. Tulis topik yg Anda suka

Menulis dg topik mengikuti selera pasar itu baik, tapi menulis di blog dg topik tulisan yg Anda senangi dan kuasai itu jauh lebih baik lagi. Selain akan awet (sustainable), tulisan yg sesuai dg bidang yg kita kuasai itu akan membuat tulisan kita berisi dan bermutu. Tulisan yg bermutu mungkin saja tidak akan cepat dikenal, tapi pembaca yg sama akan selalu datang dan datang lagi setiap mereka membutuhkan sumber tulisan yg sesuai dg bidang kita.

Memang ada penulis yg dapat menulis dalam berbagai bidang/topik tulisan dg sama baik dan bermutunya. Apabila Anda termasuk golongan ini, Anda patut bersyukur. Tapi kalau Anda hanya dapat menguasai dan menikmati satu bidang, fokuslah di bidang itu dan bersabarlah apabila belum banyak pembaca yg mengapresiasi tulisan Anda. Dan hal terpenting: tetaplah dan teruslah menulis.

Contoh mereka yg nge-blog sesuai dg bidang yg mereka kuasai seperti Purwarno Hadinata (sastra Inggris dan linguistics), Ahmad Qisa'i (seputar politik), dan Pan Mohammad Faiz (seputar hukum di Indonesia dan internasional).

Kalau Anda juga ingin punya blog "iseng" khusus untuk curhat, sebaiknya buat blog lain; tidak dicampur dg blog yg terfokus.

3. Mengutip tulisan di blog lain dg Live Link

Mengutip tulisan dari blog lain itu dianjurkan asal menyebut sumber dan memberi link ke tulisan yg dikutip. Ini juga salah satu cara kita berkenalan atau "silaturrahmi" dg blogger lain. Kalangan blogger, baik yg baru maupun yg sudah terkenal, bukan hanya suka tapi juga menikmati (merasa diapresiasi) apabila tulisannya dikutip oleh blogger lain.

Bagi blogger pemula, jangan lupa setiap mengutip tulisan blogger lain untuk mencantumkan link artikel yg dikutip dalam bentuk link hidup (live link). Dg live link, seorang blogger yg tulisannya dikutip akan tahu, melalui info dari Technorati, bahwa tulisannya dikutip oleh blogger lain dan akan mendorong dia untuk datang ke blog Anda.

Contoh Live Link ke artikel ini:

1. Tip Menulis Blog

atau

2. http://kolom-mario.blogspot.com/ 2006/11/ tip-menulis-blog.html

Contoh Dead Link ke artikel ini:

http://kolom-mario.blogspot.com/ 2006/11/ tip-menulis-blog.html

Apa Bedanya?

Live link kalau diklik akan menuju ke link yg ditaut, sementara dead link tidak.

Cara buat live-link secara manual:

Tambah kode ini

nama yg dilink


Contoh:
Tip menulis blog di blognya Mario


Maka hasilnya akan seperti ini: Tip menulis blog di blognya Mario.

Cara praktis buat live-link di posting:

(1) kasih highlight nama yg akan diberi link,
(2) terus klik gambar rantai warna hijau di bawah menu 'title',
(3) akan muncul kotak panjang, isi alamat link blog atau link-post yg akan dilink. jangan
lupa untuk selalu memakai http:// sebelum url.
(4) klik ok. selesai.

Link Blog dan Link Artikel

Link sebuah blog tentu kita maksudnya, yaitu alamat URL sebuah blog. Blog ini misalnya URL-nya adalah http://kolom-mario.blogspot.com.

Link Artikel/permalink: permalink, singkatan dari permanent link adalah link artikel di sebuah blog. Contoh: permalink dari artikel ini adalah http://kolom-mario.blogspot.com/2006/11/tip-menulis-blog.html.

Adapun cara mengcopy permalink ada dua: (1) Copy permalink melalui alamat di browser (internet explorer, dll) Anda; (2) Di bawah artikel sebuah blogger lama biasanya ada tanggal, arahkan mouse ke situ, klik kanan --> copy shortcut. Untuk blogger baru, permalink juga terdapat pada judul tulisan.

Selamat mencoba dan salam nge-blog. Jangan lupa buat live-link kalau mengutip tulisan orang. Itu tanda Anda tidak ingin disebut penjiplak. :) []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar

Entri Populer